Struktur Pembentukan Multiplier Chain Pada Starlight Princess Dalam Satu Siklus Spin

Rp. 1.000
Rp. 100.000 -99%
Kuantitas

Starlight Princess dikenal karena mekanik tumble (avalanche) dan kemunculan multiplier (pengali) yang bisa menumpuk dalam satu putaran. Banyak pemain menyebutnya “multiplier chain” saat kemenangan beruntun terjadi dan pengali ikut muncul di rangkaian tumble yang sama. Artikel singkat ini membahas struktur pembentukannya dalam satu siklus spin secara lebih objektif—bukan untuk “menebak pasti”, tapi untuk memahami alur yang terjadi.


1) Apa itu “satu siklus spin” di Starlight Princess?

Dalam Starlight Princess, satu spin tidak selalu berhenti pada 1 kejadian menang. Saat ada kombinasi menang, simbol yang menang akan hilang lalu digantikan simbol baru (tumble). Jadi, satu siklus spin bisa terdiri dari beberapa tahap:

  1. Drop awal (susunan simbol pertama muncul)

  2. Win 1 (kalau ada kombinasi menang)

  3. Tumble (simbol menang hilang, simbol baru jatuh)

  4. Win lanjutan (kalau terbentuk kombinasi menang lagi)

  5. Tumble lanjutan (berulang sampai tidak ada win)

  6. Siklus berakhir saat tidak ada kombinasi menang

Multiplier chain terjadi di dalam rangkaian tumble ini.


2) Struktur dasar pembentukan “multiplier chain”

Multiplier chain biasanya terbentuk lewat 3 komponen yang saling mengunci:

A. Trigger win awal (pintu masuk chain)

  • Chain butuh “win awal” sebagai pemicu tumble.

  • Tanpa win awal, siklus langsung selesai.

B. Tumble berlanjut (mesin penghubung)

  • Semakin banyak tumble, semakin banyak kesempatan terbentuk win baru.

  • Win lanjutan menciptakan “ruang” untuk multiplier ikut masuk.

C. Multiplier muncul dan menumpuk (puncak chain)

  • Multiplier bisa muncul saat salah satu tahap tumble menghasilkan win (bukan saat spin dead).

  • Jika multiplier muncul di beberapa tahap tumble dalam 1 siklus, terjadilah “chain” pengali.

Intinya: Win → tumble → win lagi → multiplier masuk → tumble lanjut → multiplier tambah (bukan urut wajib, tapi pola besarnya seperti itu).


3) Pola umum tahapan chain dalam satu siklus (kerangka 5 fase)

Agar mudah dibaca, kamu bisa memetakan 1 siklus spin ke 5 fase berikut:

Fase 1: Setup (Drop awal)

  • Ini tahap “apakah ada win pembuka?”

  • Biasanya yang terjadi: menang kecil atau tidak menang.

Fase 2: Aktivasi (Win pembuka + tumble 1–2)

  • Kalau win pembuka muncul, tumble mulai bergerak.

  • Di sini chain mulai “punya peluang”.

Fase 3: Perpanjangan (tumble 3–5)

  • Kalau tumbles makin panjang, peluang win lanjutan meningkat.

  • Banyak chain bagus dimulai dari fase ini (bukan di tumble pertama).

Fase 4: Penguatan (multiplier mulai masuk)

  • Multiplier yang muncul di fase ini sering jadi “pengangkat” nilai total win.

  • Jika multiplier muncul lebih dari sekali di siklus yang sama, chain terasa jelas.

Fase 5: Penutup (tumble terakhir / drop mati)

  • Saat tidak ada win lagi, siklus selesai.

  • Chain yang bagus biasanya sudah “mengunci nilai” sebelum fase ini.


4) Cara membaca multiplier chain secara objektif (tanpa feeling)

Kalau kamu mau “membaca” kualitas sebuah siklus spin, catat 3 indikator sederhana:

1) Panjang tumble (berapa kali avalanche terjadi)

  • 0 = spin mati

  • 1–2 = pendek

  • 3–5 = sedang (mulai menarik)

  • 6+ = panjang (jarang, tapi biasanya terasa “hidup”)

2) Titik masuk multiplier (muncul di tumble ke berapa)

  • Multiplier yang muncul saat tumble awal kadang tidak mengangkat banyak jika win kecil.

  • Multiplier yang muncul saat tumble lanjut sering terasa lebih “ngaruh” karena total win sudah terbentuk.

3) Jumlah multiplier dalam 1 siklus (chain count)

  • 0 = tidak ada chain

  • 1 = ada pengali tunggal

  • 2+ = chain terasa (pengali bertumpuk di siklus yang sama)

Kamu tidak perlu angka rumit—cukup log sederhana seperti:

  • Spin #12: tumble 4x, multiplier muncul 2x (tumble ke-3 & ke-4)

@ Seo Langit